ACEH UTARA — Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 28 Desa Alue Rambee, Kecamatan Kuta Makmur, memberikan edukasi mengenai pencegahan bullying kepada seluruh siswa SD Negeri 17 Kuta Makmur, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan sikap saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi siswa.
Sebanyak 12 mahasiswa terlibat dalam kegiatan yang turut didampingi kepala sekolah dan para guru. Materi disampaikan melalui presentasi mengenai pengertian, bentuk, dampak, serta cara mencegah bullying, termasuk pentingnya berani melapor ketika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.
Agar lebih mudah dipahami siswa, mahasiswa KKN mengemas edukasi melalui permainan “Bercanda atau Bully?”. Melalui permainan tersebut, siswa diajak membedakan perilaku yang masih tergolong candaan dengan tindakan yang dapat menyakiti atau merugikan orang lain. Siswa juga diberikan kesempatan menjawab pertanyaan dari pemateri dan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Selain permainan, siswa diajak menonton film edukatif yang menggambarkan dampak bullying terhadap korban. Suasana menjadi lebih serius ketika siswa menyaksikan berbagai dampak yang dapat ditimbulkan oleh perundungan. Sejumlah siswa terlihat menunjukkan rasa sedih dan mengikuti tayangan dengan seksama.
Salah seorang guru SD Negeri 17 Kuta Makmur mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap edukasi anti-bullying dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan siswa di sekolah. “Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan manfaat dalam mengurangi tindakan perundungan antarsiswa, mencegah terjadinya konflik, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi semua siswa,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 28 berharap siswa tidak hanya memahami apa yang dimaksud dengan bullying, tetapi juga mampu membangun kebiasaan untuk saling menghargai, menjaga perasaan teman, dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih ramah, aman, dan bebas dari perundungan.











Leave a Reply